ASUHAN
KEPERAWATAN
ANGINA
PECTORIS

OLEH
HALIMAH IS (1501012031)
DOSEN PEMBIMBING : Ns.RENI FITRIA.M.Kep
PROGRAM
STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS DHARMAS INDONESIA
DHARMASRAYA
T.A
2014-2015
LAPORAN PENDAHULUAN
PASIEN DENGAN ANGINA PECTORIS
A.PENDAHULUAN
1.Definisi
Angina pektoris adalah nyeri dada yang
ditimbukan karena iskemik miokard dan bersifat sementara atau reversibel. (Dasar-dasar keperawatan kardiotorasik,
1993).
Angina pektoris adalah suatu sindroma
kronis dimana klien mendapat serangan sakit dada yang khas yaitu seperti
ditekan, atau terasa berat di dada yang seringkali menjalar ke lengan sebelah
kiri yang timbul pada waktu aktifitas dan segera hilang bila aktifitas
berhenti. (Prof. Dr. H.M. Sjaifoellah
Noer, 1996).
Angina pektoris adalah suatu istilah yang
digunakan untuk menggambarkan jenis rasa tidak nyaman yang biasanya terletak
dalam daerah retrosternum. (Penuntun Praktis Kardiovaskuler).
Gejala klasik penyakit arteri koroner
adalah nyeri angina disebabkan oleh tak adekuatnya aliran oksigen terhadap miokardium.
(Marilynn E.Doenges,2000)
.
2. Etiologi
Ada banyak kemungkinan penyebab dari
Angina Pectoris:
1. Ateriosklerosis
2. Spasme
arteri koroner
3. Anemia
berat
4. Artritis
5. Aorta
Insufisiensi
3.Anatomi
Fisiologi
1. Anatomi Jantung
Jantung adalah organ
berotot dengan empat ruang yang terletak dirongga dada, dibawah perlindungan
tulang iga, sedikit kesebelah kiri sternum. Jantung terdapat didalam sebuah
kantung longgar berisi cairan yang disebut pericardium.
2. Fisiologi jantung
a. fisiologi otot jantung
Terdiri dari tiga otot jantung yang utama
yaitu otot atrium, otot ventrikel dan serat otot khusus pengantar rangsangan,
sebagai pencetus rangsangan.
b. Elektrofisiologi sel otot jantung
Aktifitas listrik jantung merupakan akibat
dari perubahan permeabilitas membrane sel yang memungkinkan pergerakan ion-ion
melalui membrane tersebut.
c. siklus jantung
Jantung mempunyai 4 popa yang terpisah. Dua pompa primer atrium dan dua
pompa tenaga ventrikel. Periode akhir kontraksi jantung sampai akhir kontraksi
berikutnya dinamakan silkus jantung
4.Patofisiologi
Mekanisme
timbulnya angina pektoris didasarkan pada ketidakadekuatan suply oksigen ke
sel-sel miokardium yang diakibatkan karena kekauan arteri dan penyempitan lumen
arteri koroner (ateriosklerosis koroner).
Tidak diketahui secara pasti apa penyebab ateriosklerosis, namun jelas
bahwa tidak ada faktor tunggal yang bertanggungjawab atas perkembangan
ateriosklerosis. Ateriosklerosis
merupakan penyakir arteri koroner yang paling sering ditemukan. Sewaktu beban kerja suatu jaringan meningkat,
maka kebutuhan oksigen juga meningkat.
Apabila kebutuhan meningkat pada jantung yang sehat maka artei koroner
berdilatasi dan megalirkan lebih banyak darah dan oksigen keotot jantung. Namun
apabila arteri koroner mengalami kekauan atau menyempit akibat ateriosklerosis
dan tidak dapat berdilatasi sebagai respon terhadap peningkatan kebutuhan akan
oksigen, maka terjadi iskemik (kekurangan suplai darah) miokardium.
Adanya
endotel yang cedera mengakibatkan hilangnya produksi No (nitrat Oksid0 yang
berfungsi untuk menghambat berbagai zat yang reaktif. Dengan tidak adanya fungsi ini dapat
menyababkan otot polos berkontraksi dan timbul spasmus koroner yang memperberat
penyempitan lumen karena suplai oksigen ke miokard berkurang. Penyempitan atau blok ini belum menimbulkan
gejala yang begitu nampak bila belum mencapai 75 %. Bila penyempitan lebih dari 75 % serta dipicu
dengan aktifitas berlebihan maka suplai darah ke koroner akan berkurang. Sel-sel miokardium menggunakan glikogen anaerob
untuk memenuhi kebutuhan energi mereka.
Metabolisme ini menghasilkan asam laktat yang menurunkan pH miokardium
dan menimbulkan nyeri. Apabila kenutuhan
energi sel-sel jantung berkurang, maka suplai oksigen menjadi adekuat dan
sel-sel otot kembali fosforilasi oksidatif untuk membentuk energi. Proses ini tidak menghasilkan asam
laktat. Dengan hilangnya asam laktat
nyeri akan reda.
5.Tanda dan Gejala
1) Nyeri
dada substernal ataru retrosternal menjalar ke leher, tenggorokan daerah inter
skapula atau lengan kiri.
2) Kualitas
nyeri seperti tertekan benda berat, seperti diperas, terasa panas,
kadang-kadang hanya perasaan tidak enak di dada (chest discomfort).
3) Durasi
nyeri berlangsung 1 sampai 5 menit, tidak lebih daari 30 menit.
4) Nyeri
hilang (berkurang) bila istirahat atau pemberian nitrogliserin.
5) Mual/nyeri
ulu hati saat makan
6) Membran
mukosa lembab dan pucat.
7) Mudah
marah/emosi
8) Gejala
penyerta : sesak nafas, perasaan lelah, kadang muncul keringat dingin,
palpitasi, dizzines.
9) Gambaran
EKG : depresi segmen ST, terlihat gelombang T terbalik.
10) Gambaran
EKG seringkali normal pada waktu tidak timbul serangan
6.Tipe Serangan
a. Angina
Pektoris Stabil
q
Awitan secara klasik
berkaitan dengan latihan atau aktifitas yang meningkatkan kebutuhan oksigen
niokard.
q
Nyeri segera hilang
dengan istirahat atau penghentian aktifitas.
q
Durasi nyeri 3 – 15
menit.
b. Angina
Pektoris Tidak Stabil
q Sifat,
tempat dan penyebaran nyeri dada dapat mirip dengan angina pektoris stabil.
1. Adurasi
serangan dapat timbul lebih lama dari angina pektoris stabil.
2. Pencetus
dapat terjadi pada keadaan istirahat atau pada tigkat aktifitas ringan.
3. Kurang
responsif terhadap nitrat.
4. Lebih
sering ditemukan depresisegmen ST.
5. Dapat
disebabkan oleh ruptur plak aterosklerosis, spasmus, trombus atau trombosit
yang beragregasi.
c. Angina
Prinzmental (Angina Varian).
q
Sakit dada atau nyeri
timbul pada waktu istirahat, seringkali pagi hari.
q
Nyeri disebabkan karena
spasmus pembuluh koroneraterosklerotik.
q
EKG menunjukkan
elevaasi segmen ST.
q
Cenderung berkembang
menjadi infaark miokard akut.
q
Dapat terjadi aritmia.
7.Penatalaksanaan
1.
Elektrokardiogram (EKG)
Gambaran EKG saat istirahat dan
bukan pada saat serangan angina sering masih normal.
2.
Foto rontgen dada
Foto rontgen dada sering menunjukkan
bentuk jantung yang normal; pada pasien hipertensi dapat terlihat jantung
membesar dan kadang-kadang tampak adanya pengapuran pembuluh darah aorta.
3.
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan laboratorium
tidak begitu penting dalam diagnosis angina pektoris.
Walaupun
demikian untuk menyingkirkan diagnosis serangan jantung akut sering dilakukan
pemeriksaan enzim jantung. Enzim tersebut akan meningkat kadarnya pada serangan
jantung akut sedangkan pada angina kadarnya masih normal.
Pemeriksaan
profil lemak darah seperti kolesterol, HDL, LDL, trigliserida dan pemeriksaan
gula darah perlu dilakukan untuk mencari faktor risiko seperti kolesterol
dan/atau diabetes mellitus.
2.7
Penatalaksanaannya medik :
Pengobatan pada serangan akut,
nitrogliserin sublingual 5 mg merupakan obat pilihan yang bekerja sekitar 1-2
menit dan dapat diulang dengan interval 3 - 5 menit.
Pencegahan serangan lanjutan :
o
Long acting nitrate, yaitu ISDN 3 kali sehari 10-40 mg oral.
o
Beta blocker : propanolol, metoprolol, nadolol, atenolol, dan pindolol.
o
Calcium antagonist : verapamil, diltiazem, nifedipin.
- Mengobati
faktor presdiposisi dan faktor pencetus : stres, emosi, hipertensi, DM,
hiperlipidemia, obesitas, kurang aktivitas dan menghentikan kebiasaan
merokok.
- Memberi
penjelasan perlunya aktivitas sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan
jantung.
ASUHAN
KEPERAWATAN TEORITIS
1.Pengkajian
Identitas
Klien Nama, umur, alamat, no mr,
pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.
A.Riwayat kesehatan
dahulu
Adanya
riwayat klien merokok,mengkonsumsi alkohol,klien mengatakan pernah merasakan
nyeri pada daerah leher 1 bulan yang lalu.klien mengatakan badannya terasa
panas.
B.Riwayat Kesehatan
sekarang
Adanya
riwayat nyeri seperti ditekan benda berat bila melakukan aktifitas yang cukup
menguras tenaga,klien mengatakan nyeri kadang menyebar ke leher dan ke
punggung,klien merasakan sesak nafas,nafsu makan berkurang,klien mengatakan
mudah lelah dan keluar banyak keringat dingin.klien mengatakan mual/nyeri ulu
hati saat makan.keluarga klien mengatakan klien takut meninggal dan mudah
emosi.
C.Riwayat kesehatan
keluarga
Adanya
keluarga yang mempunyai riwayat hipertensi yaitu nenek klien.
2.Pemeriksaan Fisik
a. Aktifitas/ istirahat
v Gejala : adanya kesukaran/ kesulitan untuk
melakukan
aktifitas karena kelemahan,dan mudah kelelahan.nyeri
dada saat beraktifitas,terbangun bila nyeri dada.
Tanda :
dispnea saat kerja
b. Peredaran Darah
v Gejala : Ada riwayat penyakit jantung,hipertensi,kegemukan
v Tanda
: Takikardia,Disritmia
Tekanan darah normal
,meningkat/menurun
Bunyi jantung :
Normal,S4 lambat/murmur sistolik transien lambat,muncul saat nyeri
Membran mukosa lembab,dingin
dan pucat.
c. Eliminasi
v Gejala : Adanya perubahan pola berkemih,
konstipasi
v Tanda
: Anuria, Inkotinensia urine,
distensi abdomen,
distensi kandung kemih,
bising usus menurun
d. Nutrisi
dan cairan
v Gejala
: kehilangan nafsu makan akibat mual/nyeri ulu hati saat makan
v Tanda
: adanya sesak nafas,distensi gaster.
e. Kenyamanan
v Gejala : Nyeri dada substernal,anteriol menyebar
ke rahang,leher dan ekstremitas atas.Durasi nyeri kurang dari 15
menit,kadang-kadang lebih dari 30 menit.Faktor pencetusnya sehubungan dengan
kerja fisik,emosi besar,olahraga pada suhu ekstrem atau bisa terjadi saat
istirahat.
Faktor penghilangnya
renponsif terhadap mekanisme penghilang tertentu atau obat.
v Tanda : Wajah berkerut,meletakkan pergelangan
tangan pada midsternum,memijit tangan kiri,tegangan otot dan gelisah
f. Pernafasan
v Gejala : Dipsnea saat kerja dan riwayat merokok
v Tanda : Meningkat pada frekuensi dan gangguan
kedalaman.
g. Psikologis
v Gejala
: Stresor kerja,keluarga,dll
v Tanda
: Ketakutan,mudah marah
h. Interaksi
Sosial
v Gejala : Riwayat keluarga sakit
jantung,hipertensi
Kesalahan
penggunaan obat jantung atau hipertensi
Penggunaan alkohol atau narkotik.
3.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN
1.Nyeri akut berhubungan dengan perilaku
distraksi (laporan nyeri,gelisah dan berkeringat)
2.Curah jantung menurun berhubungan
dengan dispnea.
3.Ansietas berhubungan dengan
ancaman terhadap atau perubahan status kesehatan (penyakit yang menimbulkan
perubahan lanjut,ketidakmampuan dan kematian)
4.Kuang pengetahuan mengenai
kondisi berhubungan dengan kurang pemajanan
4. PERENCANAAN KEPARAWATAN
(NCP)
|
Dx
|
Tujuan dan KH
|
Intervensi
|
Rasional
|
|
1
|
Tujuan : Setelah
diberikan tindakan keperawatan diharapkan nyeri pasien hilang
Kriteria hasil : Pasien
menyatakan/menunjukan nyeri hilang, pasien melaporkan episode angina
menurun dalam frekuensi durasi dan beratnya
|
Anjurkan pasien untuk memberitahu perawat dengan
cepat bila terjadi nyeri dada.
Identifikasi terjadinya faktor pencetus, bila ada:
frekuensi, durasi, intensitas dan lokasi nyeri.
Evaluasi laporan nyeri pada rahang, leher, bahu,
tangan atau lengan (khusunya pada sisi kiri
Letakkan pasien pada istirahat total selama episode
angina.
Tinggikan kepala tempat tidur bila pasien napas
pendek
Pantau kecepatan atau irama jantung
Panatau tanda vital tiap 5 menit selama serangan
angina
Pertahankan tenang , lingkungan nyaman, batasi pengunjung
bila perlu
Berikan makanan lembut. Biarkan pasien istirahat
selama 1 jam setelah makan
Kolaborasi:
Berikan
antiangina sesuai indikasi: nitrogliserin: sublingual
Berikan
oksigen tambahan sesuai indikasi
Pantau perubahan seri EKG
|
Nyeri dan penurunan curah jantung dpat merangsang
sistem saraf simpatis untuk mengeluarkan sejumlah besar nor epineprin, yang
meningkatkan agregasi trombosit dan mengeluarkan trombokxane A2.Nyeri tidak
bisa ditahan menyebabkan respon vasovagal, menurunkan TD dan frekuensi
jantung.
Membantu membedakan nyeri dada dini dan alat
evaluasi kemungkinan kemajuan menjadi angina tidak stabil (angina stabil
biasanya berakhir 3 sampai 5 menit sementara angina tidak stabil lebih lama
dan dapat berakhir lebih dari 45 menit.
Nyeri jantung dapat menyebar contoh nyeri sering
lebih ke permukaan dipersarafi oleh tingkat saraf spinal yang sama
Menurunka kebutuhan oksigen miokard untuk
meminimalkan resiko cidera jaringan atau nekrosis
Memudahkan pertukaran gas untuk menurunkan hipoksia
dan napas pendek berulang
Pasien angina tidak stabil mengalami peningkatan
disritmia yang mengancam hidup secara akut, yang terjadi pada respon terhadap
iskemia dan atau stress
TD dapat meningkat secara dini sehubungan dengan
rangsangan simpatis, kemudian turun bila curah jantung dipengaruhi
Stres mental atau emosi meningkatkan kerja miokard
Menurunkan kerja miokard sehubungan dengan kerja
pencernaan, manurunkan risiko serangan angina
Nitrigliserin
mempunyai standar untuk pengobatan dan mencegah nyeri angina selam lebih dari
100 tahun.
Meningkatkan
sediaan oksigen untuk kebutuhan miokard/mencegah iskemia.
Iskemia selama serangan angina dapat menyebabkan
depresi segmen ST atau peninggian dan inversi geombang T. Seri gambaran
perubahan iskemia yang hilang bila pasien bebas nyeri dan juga dasar yang
membandingkan pola perubahan selanjutnya.
|
|
2
|
Tujuan: Setelah
diberikan tindakan keperawatan diharapkan terjadi peningkatan curah jantung.
Kriteria hasil: Pasien
melaporkan penurunan episode dipsnea, angina dan disritmia menunjukkan
peningkatan toleransi aktivitas, klien berpartisipasi pada perilaku atau
aktivitas yang menurunkan kerja jantung
|
Pantau tanda vital, contoh frekuensi jantung, tekanan darah.
Evaluasi status mental, catat terjadinya bingung,
disorientasi
Catat warna kulit dan adanya kualitas nadi
Mempertahankan tirah baring pada posisi nyaman
selama episode akut
Berikan periode istirahat adekuat. Bantu dalam atau
melakukan aktivitas perawatan diri, sesuai indikasi
Pantau dan catat efek atau kerugian respon obat,
catat TD, frekuaensi jantung dan irama (khususnya bila memberikan kombinasi
antagonis kalsium, betabloker, dan nitras)
Kaji tanda-tanda dan gejala-gejala GJK
Kolaborasi
:
Berikan obat sesuai indikasi : penyekat saluran
kalsium, contoh ditiazem (cardizem); nifedipin (procardia); verapamil(calan).
|
Takikardi dapat terjadi karena nyeri, cemas,
hipoksemia, dan menurunnya curah jantung. Perubahan juga terjadi pada TD
(hipertensi atau hipotensi) karena respon jantung
Menurunkan perfusi otak dapat menghasilkan perubahan
sensorium
Sirkulasi perifer menurun bila curah jantung turun,
membuat kulit pucat dan warna abu-abu (tergantung tingkat hipoksia) dan
menurunya kekuatan nadi perifer.
Menurunkan konsumsi oksigen atau kebutuhan
menurunkan kerja miokard dan risiko dekompensasi
Penghematan energy, menurunkan kerja jantung
Efek yang diinginkan untuk menurunkan kebutuhan
oksigen miokard dengan menurunkan stress ventricular. Obat dengan kandungan
inotropik negative dapat menurunkan perfusi terhadap iskemik miokardium.
Kombinasi nitras dan penyekat beta dapat memberi efek terkumpul pada curah
jantung
Angina hanya gejalab patologis yang disebabkan oleh
iskemia miokard.penyakit yang emepengaruhi fungsi jantung emnjadi
dekompensasi.
Meskipun berbeda pada bentuk kerjanya, penyekat
saluran kalsium berperan penting dalam mencegah dan menghilangkan iskemia
pencetus spasme arteri koroner dan menurunkan tahanan vaskuler, sehingga
menurunkan TD dan kerja jantung.
|
|
3.
|
Tujuan : Setelah
diberikan tindakan keperawatan diharapkan ansietas pasien turun sampai
tingkat yang dapat diatasi.
Kriteria
hasil : Pasien menyatakan kesadaran perasaan ansietas dan
cara sehat sesuai, pasien menunjukkan strategi koping efektif/keterampilan
pemecahan masalah, pasien melaporkan ansietas menurun
sampai tingkat yang dapat diatasi.
|
Jelaskan tujuan tes dan prosedur, contoh tes stress.
Tingkatkan ekspresi perasaan dan takut,contoh
menolak, depresi, dan marah.
Dorong keluarga dan teman untuk menganggap pasien
sebelumnya
Kolaborasi
:
berikan
sedative, tranquilizer sesuai indikasi
|
Menurunkan cemas dan takut terhadap diagnose dan
prognosis
Perasaan tidak ekspresikan dapat menimbulkan
kekacauan internal dan efek gambaran diri.
Meyakinkan pasien bahwa peran dalam keluarga dan
kerja tidak berubah
Mungkin diperlukan untuk membantu pasien rileks
sampai secara fisik mampu untuk membuat strategi koping adekuat
|
|
4.
|
Tujuan
: Setelah
diberikan tindakan keperawatan diharapkan pengetahuan pasien bertambah.
Kriteria
hasil : Pasien menyatakan pemahaman kondisi/proses
penyakit dan pengobatan, berpartisipasi dalam program pengobatan serta
melakukan perubahan pola hidup.
|
Kaji ulang patofisiologi kondisi. Tekankan perlyunya
mencegah serangan angina
Dorong untuk menghindari faktor/situasi yang sebagai
pencetus episode angina, contoh: stress emosional, kerja fisik, makan terlalu
banyak/berat, terpajan pada suhu lingkungan yang ekstrem
Kaji pentingnya control berat badan, menghentikan
merokok, perubahan diet dan olahraga.
Tunjukan/dorong pasien untuk memantau nadi sendiri
selama aktivitas, jadwal/aktivitas sederhana, hindari regangan.
Diskusikan langkah yang diambil bila terjadi serangan
angina, contoh menghentikan aktivitas,pemberian obat bila perlu, penggunaan
teknik relaksasi
Kaji ulang obat yang diresepkan untuk
mengontrol/mencegah serangan angina
Tekankan pentingnya mengecek dengan dokter kapan
menggunakan obat-obat yang dijual bebas
|
Pasien dengan angina membutuhkan belajar mengapa hal
itu terjadi dan apakah dapat dikontrol. Ini adalah focus manajemen terapeutik
supaya menurunkan infark miokard
Dapat menurunkan insiden /beratnya episode iskemik
Pengetahuan faktor resiko penting memberikan pasien
kesempatan untuk membuat perubahan kebutuhan
Membiarkan pasien untuk mengidentifikasi aktivitas
yang dapat dimodifikasi untuk menghindari stress jantung dan tetap dibawah
ambang angina
Menyiapkan pasien pada kejadian untuk menghilangkan
takut yang mungkin tidak tahu apa yang harus dilakukan bila terjadi serangan
Angina adalah kondisi rumit yang sering memerlukan
penggunaan banyak obat untuk menurunkan kerja jantung, memperbaiki sirkulasi
koroner, dan mengontrol terjadinya serangan
Obat yang dijual bebas mempunyai potensi
penyimpangan
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar