Rabu, 11 Mei 2016

ASKEP Angina Pectoris

ASUHAN KEPERAWATAN
ANGINA PECTORIS



Logo_Undhari


OLEH
HALIMAH IS (1501012031)

DOSEN PEMBIMBING : Ns.RENI FITRIA.M.Kep




PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS DHARMAS INDONESIA
DHARMASRAYA
T.A 2014-2015






LAPORAN PENDAHULUAN
PASIEN DENGAN ANGINA PECTORIS

A.PENDAHULUAN
1.Definisi
Angina pektoris adalah nyeri dada yang ditimbukan karena iskemik miokard dan bersifat sementara atau reversibel.  (Dasar-dasar keperawatan kardiotorasik, 1993).
Angina pektoris adalah suatu sindroma kronis dimana klien mendapat serangan sakit dada yang khas yaitu seperti ditekan, atau terasa berat di dada yang seringkali menjalar ke lengan sebelah kiri yang timbul pada waktu aktifitas dan segera hilang bila aktifitas berhenti.  (Prof. Dr. H.M. Sjaifoellah Noer, 1996).
Angina pektoris adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis rasa tidak nyaman yang biasanya terletak dalam daerah retrosternum. (Penuntun Praktis Kardiovaskuler).
Gejala klasik penyakit arteri koroner adalah nyeri angina disebabkan oleh tak adekuatnya aliran oksigen terhadap miokardium. (Marilynn E.Doenges,2000)
.

2. Etiologi
Ada banyak kemungkinan penyebab dari Angina Pectoris:
1.      Ateriosklerosis
2.      Spasme arteri koroner
3.      Anemia berat
4.      Artritis
5.      Aorta Insufisiensi
3.Anatomi Fisiologi
1. Anatomi Jantung
Jantung adalah organ berotot dengan empat ruang yang terletak dirongga dada, dibawah perlindungan tulang iga, sedikit kesebelah kiri sternum. Jantung terdapat didalam sebuah kantung longgar berisi cairan yang disebut pericardium.
2.  Fisiologi jantung
a. fisiologi otot jantung
Terdiri dari tiga otot jantung yang utama yaitu otot atrium, otot ventrikel dan serat otot khusus pengantar rangsangan, sebagai pencetus rangsangan.
b. Elektrofisiologi sel otot jantung
Aktifitas listrik jantung merupakan akibat dari perubahan permeabilitas membrane sel yang memungkinkan pergerakan ion-ion melalui membrane tersebut.

c. siklus jantung
Jantung mempunyai 4 popa yang terpisah. Dua pompa primer atrium dan dua pompa tenaga ventrikel. Periode akhir kontraksi jantung sampai akhir kontraksi berikutnya dinamakan silkus jantung
4.Patofisiologi
Mekanisme timbulnya angina pektoris didasarkan pada ketidakadekuatan suply oksigen ke sel-sel miokardium yang diakibatkan karena kekauan arteri dan penyempitan lumen arteri koroner (ateriosklerosis koroner).  Tidak diketahui secara pasti apa penyebab ateriosklerosis, namun jelas bahwa tidak ada faktor tunggal yang bertanggungjawab atas perkembangan ateriosklerosis.  Ateriosklerosis merupakan penyakir arteri koroner yang paling sering ditemukan.  Sewaktu beban kerja suatu jaringan meningkat, maka kebutuhan oksigen juga meningkat.  Apabila kebutuhan meningkat pada jantung yang sehat maka artei koroner berdilatasi dan megalirkan lebih banyak darah dan oksigen keotot jantung. Namun apabila arteri koroner mengalami kekauan atau menyempit akibat ateriosklerosis dan tidak dapat berdilatasi sebagai respon terhadap peningkatan kebutuhan akan oksigen, maka terjadi iskemik (kekurangan suplai darah) miokardium.
Adanya endotel yang cedera mengakibatkan hilangnya produksi No (nitrat Oksid0 yang berfungsi untuk menghambat berbagai zat yang reaktif.  Dengan tidak adanya fungsi ini dapat menyababkan otot polos berkontraksi dan timbul spasmus koroner yang memperberat penyempitan lumen karena suplai oksigen ke miokard berkurang.  Penyempitan atau blok ini belum menimbulkan gejala yang begitu nampak bila belum mencapai 75 %.  Bila penyempitan lebih dari 75 % serta dipicu dengan aktifitas berlebihan maka suplai darah ke koroner akan berkurang.  Sel-sel miokardium menggunakan glikogen anaerob untuk memenuhi kebutuhan energi mereka.  Metabolisme ini menghasilkan asam laktat yang menurunkan pH miokardium dan menimbulkan nyeri.  Apabila kenutuhan energi sel-sel jantung berkurang, maka suplai oksigen menjadi adekuat dan sel-sel otot kembali fosforilasi oksidatif untuk membentuk energi.  Proses ini tidak menghasilkan asam laktat.  Dengan hilangnya asam laktat nyeri akan reda.

5.Tanda dan Gejala
           
1)      Nyeri dada substernal ataru retrosternal menjalar ke leher, tenggorokan daerah inter skapula atau lengan kiri.
2)      Kualitas nyeri seperti tertekan benda berat, seperti diperas, terasa panas, kadang-kadang hanya perasaan tidak enak di dada (chest discomfort).
3)      Durasi nyeri berlangsung 1 sampai 5 menit, tidak lebih daari 30 menit.
4)      Nyeri hilang (berkurang) bila istirahat atau pemberian nitrogliserin.
5)      Mual/nyeri ulu hati saat makan
6)      Membran mukosa lembab dan pucat.
7)      Mudah marah/emosi
8)      Gejala penyerta : sesak nafas, perasaan lelah, kadang muncul keringat dingin, palpitasi, dizzines.
9)      Gambaran EKG : depresi segmen ST, terlihat gelombang T terbalik.
10)  Gambaran EKG seringkali normal pada waktu tidak timbul serangan

6.Tipe Serangan
a.       Angina Pektoris Stabil
q  Awitan secara klasik berkaitan dengan latihan atau aktifitas yang meningkatkan kebutuhan oksigen niokard.
q  Nyeri segera hilang dengan istirahat atau penghentian aktifitas.
q  Durasi nyeri 3 – 15 menit.
b.      Angina Pektoris Tidak Stabil
q  Sifat, tempat dan penyebaran nyeri dada dapat mirip dengan angina pektoris stabil.
1.      Adurasi serangan dapat timbul lebih lama dari angina pektoris stabil.
2.      Pencetus dapat terjadi pada keadaan istirahat atau pada tigkat aktifitas ringan.
3.      Kurang responsif terhadap nitrat.
4.      Lebih sering ditemukan depresisegmen ST.
5.      Dapat disebabkan oleh ruptur plak aterosklerosis, spasmus, trombus atau trombosit yang beragregasi.
c.       Angina Prinzmental (Angina Varian).
q  Sakit dada atau nyeri timbul pada waktu istirahat, seringkali pagi hari.
q  Nyeri disebabkan karena spasmus pembuluh koroneraterosklerotik.
q  EKG menunjukkan elevaasi segmen ST.
q  Cenderung berkembang menjadi infaark miokard akut.
q  Dapat terjadi aritmia.

7.Penatalaksanaan
1.   Elektrokardiogram (EKG)
  Gambaran EKG saat istirahat dan bukan pada saat serangan angina sering masih normal.
2.   Foto rontgen dada
   Foto rontgen dada sering menunjukkan bentuk jantung yang normal; pada pasien hipertensi dapat terlihat jantung membesar dan kadang-kadang tampak adanya pengapuran pembuluh darah aorta.
3.   Pemeriksaan laboratorium
     Pemeriksaan laboratorium tidak begitu penting dalam diagnosis angina pektoris.
 Walaupun demikian untuk menyingkirkan diagnosis serangan jantung akut sering dilakukan pemeriksaan enzim jantung. Enzim tersebut akan meningkat kadarnya pada serangan jantung akut sedangkan pada angina kadarnya masih normal.
 Pemeriksaan profil lemak darah seperti kolesterol, HDL, LDL, trigliserida dan pemeriksaan gula darah perlu dilakukan untuk mencari faktor risiko seperti kolesterol dan/atau diabetes mellitus.
2.7 Penatalaksanaannya medik :
Pengobatan pada serangan akut, nitrogliserin sublingual 5 mg merupakan obat pilihan yang bekerja sekitar 1-2 menit dan dapat diulang dengan interval 3 - ­ 5 menit.
Pencegahan serangan lanjutan :
o   Long acting nitrate, yaitu ISDN 3 kali sehari 10-40 mg oral.
o   Beta blocker : propanolol, metoprolol, nadolol, atenolol, dan pindolol.
o   Calcium antagonist : verapamil, diltiazem, nifedipin.
  • Mengobati faktor presdiposisi dan faktor pencetus : stres, emosi, hipertensi, DM, hiperlipidemia, obesitas, kurang aktivitas dan menghentikan kebiasaan merokok.
  • Memberi penjelasan perlunya aktivitas sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan jantung.
  

  



ASUHAN  KEPERAWATAN TEORITIS

1.Pengkajian
Identitas Klien  Nama, umur, alamat, no mr, pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.
A.Riwayat kesehatan dahulu
Adanya riwayat klien merokok,mengkonsumsi alkohol,klien mengatakan pernah merasakan nyeri pada daerah leher 1 bulan yang lalu.klien mengatakan badannya terasa panas.
B.Riwayat Kesehatan sekarang
Adanya riwayat nyeri seperti ditekan benda berat bila melakukan aktifitas yang cukup menguras tenaga,klien mengatakan nyeri kadang menyebar ke leher dan ke punggung,klien merasakan sesak nafas,nafsu makan berkurang,klien mengatakan mudah lelah dan keluar banyak keringat dingin.klien mengatakan mual/nyeri ulu hati saat makan.keluarga klien mengatakan klien takut meninggal dan mudah emosi.

C.Riwayat kesehatan keluarga 
Adanya keluarga yang mempunyai riwayat hipertensi yaitu nenek klien.
2.Pemeriksaan Fisik
a. Aktifitas/ istirahat
v  Gejala            : adanya kesukaran/ kesulitan untuk melakukan     
                       aktifitas  karena kelemahan,dan mudah kelelahan.nyeri dada saat beraktifitas,terbangun bila nyeri dada.
Tanda            :  dispnea saat kerja
b.  Peredaran Darah
v  Gejala            : Ada riwayat penyakit jantung,hipertensi,kegemukan
v  Tanda            : Takikardia,Disritmia
Tekanan darah normal ,meningkat/menurun
Bunyi jantung : Normal,S4 lambat/murmur sistolik transien lambat,muncul saat nyeri
Membran mukosa lembab,dingin dan pucat.
c.  Eliminasi
v  Gejala            : Adanya perubahan pola berkemih, konstipasi
v  Tanda            : Anuria, Inkotinensia urine, distensi abdomen,  
                        distensi kandung kemih, bising usus menurun

d.      Nutrisi dan cairan
v  Gejala : kehilangan nafsu makan akibat mual/nyeri ulu hati saat makan
v  Tanda : adanya sesak nafas,distensi gaster.

e.       Kenyamanan
v  Gejala       : Nyeri dada substernal,anteriol menyebar ke rahang,leher dan ekstremitas atas.Durasi nyeri kurang dari 15 menit,kadang-kadang lebih dari 30 menit.Faktor pencetusnya sehubungan dengan kerja fisik,emosi besar,olahraga pada suhu ekstrem atau bisa terjadi saat istirahat.
Faktor penghilangnya renponsif terhadap mekanisme penghilang tertentu atau obat.
v  Tanda       : Wajah berkerut,meletakkan pergelangan tangan pada midsternum,memijit tangan kiri,tegangan otot dan gelisah

f.       Pernafasan
v  Gejala       : Dipsnea saat kerja dan riwayat merokok
v  Tanda       : Meningkat pada frekuensi dan gangguan kedalaman.

g.      Psikologis 
v  Gejala            : Stresor kerja,keluarga,dll
v  Tanda            : Ketakutan,mudah marah
  

h.      Interaksi Sosial 
v  Gejala            : Riwayat keluarga sakit jantung,hipertensi
Kesalahan penggunaan obat jantung atau hipertensi
Penggunaan alkohol atau narkotik.



3.  DIAGNOSA KEPERAWATAN 
1.Nyeri akut berhubungan dengan perilaku distraksi (laporan nyeri,gelisah dan berkeringat)
2.Curah jantung menurun berhubungan dengan dispnea.
3.Ansietas berhubungan dengan ancaman terhadap atau perubahan status kesehatan (penyakit yang menimbulkan perubahan lanjut,ketidakmampuan dan kematian)
4.Kuang pengetahuan mengenai kondisi berhubungan dengan kurang pemajanan


4.  PERENCANAAN KEPARAWATAN (NCP)

Dx
Tujuan dan KH
Intervensi
Rasional
1
Tujuan : Setelah diberikan tindakan keperawatan diharapkan nyeri pasien hilang
Kriteria hasil : Pasien menyatakan/menunjukan nyeri hilang, pasien  melaporkan episode angina menurun dalam frekuensi durasi dan beratnya
Anjurkan pasien untuk memberitahu perawat dengan cepat bila terjadi nyeri dada.







Identifikasi terjadinya faktor pencetus, bila ada: frekuensi, durasi,  intensitas dan lokasi nyeri.





Evaluasi laporan nyeri pada rahang, leher, bahu, tangan atau lengan (khusunya pada sisi kiri

Letakkan pasien pada istirahat total selama episode angina.

Tinggikan kepala tempat tidur bila pasien napas pendek

Pantau kecepatan atau irama jantung





Panatau tanda vital tiap 5 menit selama serangan angina


Pertahankan tenang , lingkungan nyaman, batasi pengunjung bila perlu

Berikan makanan lembut. Biarkan pasien istirahat selama 1 jam setelah makan

Kolaborasi:
Berikan antiangina sesuai indikasi: nitrogliserin: sublingual

Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi

Pantau perubahan seri EKG
Nyeri dan penurunan curah jantung dpat merangsang sistem saraf simpatis untuk mengeluarkan sejumlah besar nor epineprin, yang meningkatkan agregasi trombosit dan mengeluarkan trombokxane A2.Nyeri tidak bisa ditahan menyebabkan respon vasovagal, menurunkan TD dan frekuensi jantung. 


Membantu membedakan nyeri dada dini dan alat evaluasi kemungkinan kemajuan menjadi angina tidak stabil (angina stabil biasanya berakhir 3 sampai 5 menit sementara angina tidak stabil lebih lama dan dapat berakhir lebih dari 45 menit.


Nyeri jantung dapat menyebar contoh nyeri sering lebih ke permukaan dipersarafi oleh tingkat saraf spinal yang sama



Menurunka kebutuhan oksigen miokard untuk meminimalkan resiko cidera jaringan atau nekrosis

Memudahkan pertukaran gas untuk menurunkan hipoksia dan napas pendek berulang


Pasien angina tidak stabil mengalami peningkatan disritmia yang mengancam hidup secara akut, yang terjadi pada respon terhadap iskemia dan atau stress

TD dapat meningkat secara dini sehubungan dengan rangsangan simpatis, kemudian turun bila curah jantung dipengaruhi

Stres mental atau emosi meningkatkan kerja miokard




Menurunkan kerja miokard sehubungan dengan kerja pencernaan, manurunkan risiko serangan angina


Nitrigliserin mempunyai standar untuk pengobatan dan mencegah nyeri angina selam lebih dari 100 tahun.
Meningkatkan sediaan oksigen untuk kebutuhan miokard/mencegah iskemia.
Iskemia selama serangan angina dapat menyebabkan depresi segmen ST atau peninggian dan inversi geombang T. Seri gambaran perubahan iskemia yang hilang bila pasien bebas nyeri dan juga dasar yang membandingkan pola perubahan selanjutnya.

2

Tujuan: Setelah diberikan tindakan keperawatan diharapkan terjadi peningkatan curah jantung.
Kriteria hasil: Pasien melaporkan penurunan episode dipsnea, angina dan disritmia menunjukkan peningkatan toleransi aktivitas, klien berpartisipasi pada perilaku atau aktivitas yang menurunkan kerja jantung

Pantau tanda vital, contoh frekuensi jantung, tekanan darah.



Evaluasi status mental, catat terjadinya bingung, disorientasi

Catat warna kulit dan adanya kualitas nadi




Mempertahankan tirah baring pada posisi nyaman selama episode akut

Berikan periode istirahat adekuat. Bantu dalam atau melakukan aktivitas perawatan diri, sesuai indikasi

Pantau dan catat efek atau kerugian respon obat, catat TD, frekuaensi jantung dan irama (khususnya bila memberikan kombinasi antagonis kalsium, betabloker, dan nitras)

Kaji tanda-tanda dan gejala-gejala GJK



Kolaborasi :
Berikan obat sesuai indikasi : penyekat saluran kalsium, contoh ditiazem (cardizem); nifedipin (procardia); verapamil(calan).

Takikardi dapat terjadi karena nyeri, cemas, hipoksemia, dan menurunnya curah jantung. Perubahan juga terjadi pada TD (hipertensi atau hipotensi) karena respon jantung

Menurunkan perfusi otak dapat menghasilkan perubahan sensorium


Sirkulasi perifer menurun bila curah jantung turun, membuat kulit pucat dan warna abu-abu (tergantung tingkat hipoksia) dan menurunya kekuatan nadi perifer.

Menurunkan konsumsi oksigen atau kebutuhan menurunkan kerja miokard dan risiko dekompensasi


Penghematan energy, menurunkan kerja jantung





Efek yang diinginkan untuk menurunkan kebutuhan oksigen miokard dengan menurunkan stress ventricular. Obat dengan kandungan inotropik negative dapat menurunkan perfusi terhadap iskemik miokardium. Kombinasi nitras dan penyekat beta dapat memberi efek terkumpul pada curah jantung

Angina hanya gejalab patologis yang disebabkan oleh iskemia miokard.penyakit yang emepengaruhi fungsi jantung emnjadi dekompensasi.

Meskipun berbeda pada bentuk kerjanya, penyekat saluran kalsium berperan penting dalam mencegah dan menghilangkan iskemia pencetus spasme arteri koroner dan menurunkan tahanan vaskuler, sehingga menurunkan TD dan kerja jantung.
3.
Tujuan : Setelah diberikan tindakan keperawatan diharapkan ansietas pasien turun sampai tingkat yang dapat diatasi.
Kriteria hasil : Pasien menyatakan kesadaran perasaan ansietas dan cara sehat sesuai, pasien menunjukkan strategi koping efektif/keterampilan pemecahan masalah, pasien melaporkan ansietas menurun sampai tingkat yang dapat diatasi.
Jelaskan tujuan tes dan prosedur, contoh tes stress.

Tingkatkan ekspresi perasaan dan takut,contoh menolak, depresi, dan marah.

Dorong keluarga dan teman untuk menganggap pasien sebelumnya

Kolaborasi :
 berikan sedative, tranquilizer sesuai indikasi
Menurunkan cemas dan takut terhadap diagnose dan prognosis

Perasaan tidak ekspresikan dapat menimbulkan kekacauan internal dan efek gambaran diri.



Meyakinkan pasien bahwa peran dalam keluarga dan kerja tidak berubah


Mungkin diperlukan untuk membantu pasien rileks sampai secara fisik mampu untuk membuat strategi koping adekuat

4.
Tujuan  : Setelah diberikan tindakan keperawatan diharapkan pengetahuan pasien bertambah.
Kriteria hasil  : Pasien menyatakan pemahaman kondisi/proses penyakit dan pengobatan, berpartisipasi dalam program pengobatan serta melakukan perubahan pola hidup.
Kaji ulang patofisiologi kondisi. Tekankan perlyunya mencegah serangan angina

Dorong untuk menghindari faktor/situasi yang sebagai pencetus episode angina, contoh: stress emosional, kerja fisik, makan terlalu banyak/berat, terpajan pada suhu lingkungan yang ekstrem

Kaji pentingnya control berat badan, menghentikan merokok, perubahan diet dan olahraga.

Tunjukan/dorong pasien untuk memantau nadi sendiri selama aktivitas, jadwal/aktivitas sederhana, hindari regangan.

Diskusikan langkah yang diambil bila terjadi serangan angina, contoh menghentikan aktivitas,pemberian obat bila perlu, penggunaan teknik relaksasi

Kaji ulang obat yang diresepkan untuk mengontrol/mencegah serangan angina



Tekankan pentingnya mengecek dengan dokter kapan menggunakan obat-obat yang dijual bebas
Pasien dengan angina membutuhkan belajar mengapa hal itu terjadi dan apakah dapat dikontrol. Ini adalah focus manajemen terapeutik supaya menurunkan infark miokard

Dapat menurunkan insiden /beratnya episode iskemik











Pengetahuan faktor resiko penting memberikan pasien kesempatan untuk membuat perubahan kebutuhan




Membiarkan pasien untuk mengidentifikasi aktivitas yang dapat dimodifikasi untuk menghindari stress jantung dan tetap dibawah ambang angina




Menyiapkan pasien pada kejadian untuk menghilangkan takut yang mungkin tidak tahu apa yang harus dilakukan bila terjadi serangan





Angina adalah kondisi rumit yang sering memerlukan penggunaan banyak obat untuk menurunkan kerja jantung, memperbaiki sirkulasi koroner, dan mengontrol terjadinya serangan


Obat yang dijual bebas mempunyai potensi penyimpangan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar